Thursday, April 26, 2012

The Hunger Games

*SPOILER ALERT*


Bersetting jauh di masa depan dimana Amerika Utara sudah musnah dan sebagai gantinya berdiri negara Panem dengan Capitol sebagai ibukotanya dan dikelilingi dua belas distrik. The Hunger Games adalah nama 'permainan' yang diciptakan oleh Capitol, terinspirasi dari pemberontakan di masa lalu. Dimana peraturannya adalah, setiap distrik mengirim satu orang anak laki - laki dan satu orang anak perempuan untuk bertarung dalam arena, saling membunuh satu sama lain sampai keluar satu orang pemenang. Pemeran utama dalam cerita ini adalah Katniss Everdeen. Anak perempuan dari Distrik 12 yang adiknya terpilih  untuk menjadi peserta sehingga Katniss mengajukan diri untuk menggantikan adiknya.
Gw telat banget denger tentang novel ini, padahal udah booming dari kapan tau. Gw baru mulai denger tentang bukunya setelah film-nya mulai disebut-sebut. Mengingat bukunya dinobatkan jadi New York Times Notable Children's Book of 2008 dan gw adalah penggemar berat buku petualangan anak-anak dan remaja, mulai lah gw nyari-nyari buku ini. Jujur aja, waktu baca sinopsisnya gw ga langsung tertarik sama bukunya. Dari ringkasan di belakang bukunya, gw ngebayangin gemana kejamnya buku ini. Tapi setelah beberapa kali bolak balik ke toko buku, akhirnya gw beli juga ini buku, dengan pemikiran kalau buku ini banyak yang suka sampai booming, mestinya gw juga suka lah..

Pemikiran yang sangat salah.

Okey, jadi dari sekarang gw cuma mo kasih tau kalau gw ga suka buku ini dan ga ngerti kenapa bukunya bisa heboh. Pemikiran gw kalau buku ini kejam beneran terbukti, tapi bukan cuma itu yang bikin gw ga suka. Beginilah tweet gw begitu gw selesai baca bukunya.


Asumsi gw, semua orang udah baca buku ini jadi gw agak-agak spoiler dikit boleh ya. Walopun gw sangat menyarankan untuk baca entry ini setelah baca bukunya, atau emang ga berminat baca bukunya. I can be very annoying when I trash a book, jadi mending mulai dari bagus-bagusnya dulu, walopun ga banyak.

Pertama, alasan gw mungkin agak-agak sexist, tapi gw suka Katniss sebagai pemeran utama perempuan yang tangguh, taktis dan pinter main panah (atau diganti perlengkapan perang apapun, gw suka lah). Di awal permainan Katniss berhasil bertahan sendirian dengan kemampuannya, pokoqnya oke deh. Selain itu gw suka gemana pengarangnya, Suzanne Collins, menggambarkan suatu negara yang bener-bener baru dengan detail penduduknya yang aneh-aneh. Gambaran tentang arena permainan Hunger Games dan mahluk-mahluk hybrid di dalamnya pun menarik dan imajinatif. Dan sampai disini saja hal yang gw suka tentang buku The Hunger Games (ini pun nyarinya maksa).

Ada dua tokoh laki-laki yang berhubungan sama Katniss, yaitu Gale dan Peeta. Gale adalah teman berburu Katniss di Distrik 12 sedangkan Peeta adalah anak laki-laki yang terpilih dari Distrik 12 untuk ikut dalam Hunger Games. Gale mungkin karakter yang menarik dan sama tangguhnya dengan Katniss, sayangnya dia ga banyak dibahas di buku karena settingnya lebih banyak di Capitol dan arena permainan. Jadi otomatis kita lebih kenal sama Peeta. Peeta lebih ke tipe cowok lemah lembut dan sensitif dan ketangkasan yang dimiliki adalah, ehm, melempar benda berat dan melukis, yang kemudian di arena berguna buat kamuflase. Tapi gw suka sifat Peeta yang lemah lembut dan perhatian sama Katniss. Intinya, gw suka Peeta dan Katniss dengan alasan yang sangat bertolak belakang.

Jadi bisa dibayangkan betapa gemesnya gw saat Peeta dan Katniss bekerjasama dalam Hunger Games. Rasanya Peeta langsung berubah jadi cowok cemen yang mesti diurus-urusin. Mana juga dia luka dan harus dirawat sama Katniss. Bahkan berburu pun Peeta ga bisa dan Katniss sampe stress berburu sama dia. Seinget gw, selama Peeta dan Katniss bareng-bareng, selalu Katniss yang berjasa nolongin Peeta. What the? Gw sampe bingung koq cowo-cowo bisa suka sama buku ini? Gentlemen, can't you tell that a girl is kicking you right in the ass?!

Taktik yang dipakai oleh Katniss dan Peeta dengan beradegan romantis untuk dapetin sponsor pun bener-bener cemen, terutama untuk cerita yang bersetting perang dan pemeran utama setangguh Katniss. Adegan selama di gua ga dapet chemistry-nya dan ditambah dengan narasi Katniss, adegannya malah jadi terkesan norak, sampe gw mencibir berkali-kali. Ciuman mereka dibesar-besarin banget, seperti waktu Katniss bujuk-bujuk Peeta untuk makan dengan ciuman dan kalimat "Tidak ada ciuman sampai kau makan!" Aposeehhh?? Awkward city!

Selain itu tentang suspense yang dipanjang-panjangin. Mulai dari adegan dengan Cato di Cornucopia. Itu peserta udah tinggal terakhir. Kalo Cato mati, permainan selesai. Tapi nungguin Cato mati aja lama banget. Terhitung 5 halaman dari sejak Cato jatuh sampai akhirnya Cato mati. Lebih garing lagi begitu yang tersisa cuma peserta terakhir, gw udah penasaran tingkat tinggi, gemana kira-kira serunya akhir dari permainan sadis yang dielu-elukan oleh Capitol? Yang ada, peserta terakhir malah bingung nungguin pengumuman dan di kepala gw terdengar bunyi jangkrik, krik.. krik.. krik.. Akhirnya Capitol mengumumkan pengumuman tentang peraturan permainan yang bikin gw mo berhenti baca saat itu juga. Boleh lah membangun suspense. Tapi kalau klimaksnya diulur-ulur, yang ada malah bikin males lanjutin baca.

Dan seperti yang gw khawatirkan dari awal, ceritanya kejam. Dari ringkasan bukunya udah ketebak lah kira-kira buku ini bakal gahar dengan adegan bunuh-bunuhan. Tapi menurut gw, adegan paling kejam adalah saat sisa tiga peserta terakhir dan tiba-tiba mereka diserang kawanan mutt serigala. Begitu tau apa mutt itu sebenernya, rasanya pengen gw buang ini buku. Koq bisa sih genrenya ditujukan buat anak dan pra-remaja?!

Pada intinya, kayanya ga perlu dirangkum lagi deh, secara postingan ini lebih cocok dijudulin "My Rants About The Hunger Games." Sejujurnya sih gw ga ngerti kenapa bukunya bisa booming.

No comments:

Post a Comment