Thursday, April 26, 2012

Pride & Prejudice


Akhirnya setelah menunda-nunda untuk posting, gw memutuskan untuk menjatuhkan pilihan pada Pride and Prejudice untuk postingan pertama di blog ini. Gw baru aja selesai baca bukunya dan lagi di dalam tahap tergila-gila sama Mr. Darcy dan berhalusinasi kalau gw saat ini tinggal di Pemberley.

Sepertinya judul bukunya udah cukup untuk ngasih gambaran tentang isi ceritanya. Dengan dua tokoh utama yang terkenal, Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy. Well, Mr. Darcy is the pride one and Elizabeth is the one who holds prejudice. Ceritanya tentang Mr. Darcy yang jatuh cinta sama Elizabeth tapi ragu-ragu untuk bertindak karena sadar kalau kelas sosial Elizabeth berada dibawahnya. Sedangkan Elizabeth sendiri benci sama Mr. Darcy karena pembawaannya yang terkesan angkuh, ditambah gosip yang beredar tentang Mr. Darcy.

Jujur aja, ini pertama kalinya gw baca literatur klasik. Setidaknya begitulah seinget gw. Buat gw, perbedaan yang menyolok antara buku ini dengan buku-buku roman modern yang gw baca, buku ini ga cuma fokus pada dua tokoh utamanya aja. Bahkan dalam buku ini ada banyak banget tokoh dan jalan cerita yang dibahas, sampai gw agak lambat baca buku pada awalnya karena ga hafal-hafal nama tokohnya (Rumah mereka pun punya nama!) Tapi setelah hafal sama tokoh-tokohnya, gw jadi semakin ketagihan baca bukunya. Jane Austen bener-bener ngasih kepribadian yang khas untuk karakter-karakter di dalam buku dan cerita mereka pun menarik untuk diikutin, selain cerita Mr. Darcy dan Elizabeth Bennet. Misalnya, cerita tentang Jane, kakaknya Elizabeth, dan Mr. Bingley yang cerita cintanya tarik ulur dan serba ribet karena direcokin oleh Mr. Darcy dan saudara-saudara Mr. Bingley sendiri. Atau karakter Mr. Collins yang bodoh tapi menilai tinggi dirinya sendiri dan hobi banget ngasih puji - pujian berlebihan sampe gw ketawa- ketawa sendiri bacanya. Semua karakter dan cerita mereka bikin bukunya makin menarik buat gw.

Walaupun ceritanya tentang prasangka yang biasanya jadi topik umum dalam kisah percintaan dan di sampul bukunya di tulis ini cerita 'Roman' jangan mengharapkan kisah tarik ulur super romantis dan berapi-api seperti novel cinta jaman sekarang. Lagian kalau mengacu ke definisinya, kata guru bahasa Indonesia, Roman adalah jenis karya sastra dalam bentuk prosa yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Mungkin karena ceritanya juga bersetting di jaman dulu (tahun 1800-an. Bukunya sendiri pertama kali diterbitin tahun 1813) dengan tata krama yang beda banget, jadi cara mereka mengekspresikan perasaan dan pikiran pun berbeda.

Kesimpulannya, gw suka bukunya! Dan ga nyangka semua cerita dan tokoh di dalemnya bikin gw penasaran terus baca sampe abis, walopun tokoh favorit tetep, tak lain tak bukan, Mr. Darcy!
 
Buku Pride and Prejudice yang gw beli adalah versi bahasa Indonesia terbitan Qanita. Bukunya besar dan tebal. Begitu liat versi bahasa Inggrisnya yang mini dan enteng, gw jadi mikir kenapa mereka ga nyetak yang sekecil itu supaya lebih praktis dibaca dimana-mana? 


atas: versi bahasa Inggris; bawah: versi bahasa Indonesia


No comments:

Post a Comment