Tuesday, May 22, 2012

Clockwork Angel


Clockwork Angel adalah buku pertama dari trilogi Infernal Devices, karangan Cassandra Clare.
"Bercerita tentang Tessa Gray, gadis yang ternyata bisa merubah diri jadi siapa saja. Tessa datang ke London atas undangan kakaknya, Nate. Alih-alih bertemu Nate, Tessa justru diculik dan disekap oleh kelompok yang menamakan dirinya Pandemonium Club. Hingga tanpa sengaja dia diselamatkan oleh Will Herondale, seorang Shadowhunter, yang sedang mengadakan penyelidikan tentang Pandemonium Club.  Shadowhunter yang disebut juga Nephilim adalah mahluk titisan malaikat yang bertugas menjaga perdamaian di bumi antara manusia (yang disebut mundane) dan mahluk Underwold, termasuk di dalamnya vampire, warlocks, werewolf dan mahluk aneh lainnya. Tessa akhirnya dibawa ke Institusi tempat Shadowhunter lainnya berada, termasuk diantaranya Jem Carstairs yang adalah teman Will dalam melaksanakan tugasnya sebagai Shadowhunter.

Petualangan dimulai saat Tessa dan para Shadowhunter berusaha memecahkan misteri mengenai Pandemonium Club dengan kepentingan mereka masing-masing. Para Shadowhunter melaksanakan tugas mereka untuk mencegah kejahatan yang disebabkan para penghuni Underworld sedangkan Tessa berusaha mencari kakaknya."

Tokoh sentral dari cerita ini tentunya Tessa, Will dan Jem. Walaupun dari jumlah tokoh sentralnya dan slogannya "Magic is dangerous - but love is more dangerous still" terkesan bukunya banyak bercerita tentang cinta segitiga yang super klise, untungnya kisah petualangan memakan lebih banyak porsi dalam cerita ini.

Gw suka betapa lovable dan kuat karakter semua tokoh utama di buku ini. Tessa adalah gadis yang berani, pintar dan banyak akal. Dia digambarkan sebagai gadis yang suka membaca novel dan sering mengutip frase-frase dari buku dan puisi favoritnya yang mengingatkan gw pada Belle dari Beauty and the Beast.

Will dan Jem adalah sepasang sahabat dengan sifat yang bagaikan langit dan bumi. Will adalah tipe pemberontak, cuek, to-the-point dan cenderung kasar. Yang membuat dia unik, sama seperti Tessa, Will ternyata juga penggemar puisi dan novel. Sikap cuek dan kasar Will sepertinya adalah caranya untuk menjaga jarak dari orang di sekitarnya dan menyimpan rahasia tentang masa lalunya. Jem sendiri adalah tipe gentleman. Sifatnya sopan, baik hati dan segala yang indah-indah. Kalau dibandingin sama komik Candy Candy, bisa dibilang kalo Will itu Therius sedangkan Jem itu Anthony. Haha..

Likes
Ceritanya seru banget! Setiap halaman bikin gw penasaran untuk terus baca. Bukan cuma kisah seputar petualangannya aja yang seru tapi juga latar belakang tokoh-tokohnya yang bikin penasaran. Dialog-dialognya pun disisipin humor di saat-saat yang ga diduga, terutama dialog Will dan Jem. Gw sampe kebawa suasana. Ikutan seneng, bengong (berapa kali ngomong "haahh? sumpah lo?!" depan buku), ngomel dan ketawa-ketawa sendiri pas baca bukunya.

Spoiler alert sesedikit mungkin, gw suka cerita dengan twisted ending. Dan Clockwork Angel menyajikan ending yang ga disangka-sangka, bikin bukunya jauh dari membosankan. Keren lah!

Walaupun ga mendominasi, cerita cinta di buku ini diceritain dengan porsi yang pas. Chemistry-nya dapet, tapi ga menye-menye.


Dislikes
  • Berhubung gw orangnya agak cemen kalo urusan darah-berdarah, menurut gw buku ini termasuk teralu graphic ya. Gw aja agak mual waktu baca bagian-bagian yang berhubungan dengan iris-mengiris, mengingat buku ini melibatkan vampir. Jadi yah, a little heads up aja.
  • Gak semua misteri dalam cerita selesai di buku ini. Cerita utamanya tentang Pandemonium Club sih tuntas. Tapi banyak kisah-kisah seputar tokoh utamanya yang tetep jadi misteri sampai bukunya selesai (yang berdasarkan sinopsisnya, sepertinya akan lebih dalam dibahas di buku kedua). Ya agak males aja sih. Untungnya gw baca buku ini  setelah buku keduanya terbit jadi ga perlu nunggu lama-lama.
  • Kalo poin ini sih agak-agak personal. Gw baca buku versi bahasa Inggrisnya dan menurut gw perbendaharaan katanya agak susah. Sedikit terkesan seperti British English, mengingat ceritanya pun berlatar belakang kota London. Padahal pengarangnya sendiri orang Amerika. Gw baca buku ini sambil diselipin buka kamus. Mungkin ga jadi masalah sih buat mereka yang perbendaharaan katanya luas. Gw sih berusaha menikmati aja karena pada akhirnya gw dapet banyak tambahan kata-kata baru.

Things I don't get
Judulnya. Clockwork Angel adalah kalung milik Tessa yang dulunya adalah kepunyaan ibunya. Sepanjang cerita, clockwork angel ini ga banyak berperan dan ga banyak diceritain. Gw ga ngerti kenapa dijadiin judul.

Things to note
Seri Infernal Devices adalah prequel dari Seri The Mortal Instruments. Sayangnya gw ga perhatiin, malah beli Clockwork Angel duluan. Gw ga bisa bilang gw rekomen The Mortal Instruments secara gw belom baca bukunya, tapi kalo bisa baca buku sesuai urutan, kenapa enggak?

Verdict
Suka banget! Highly recommended. Kalo suka kisah fantasi dan petualangan, silakan baca ini.

No comments:

Post a Comment