Thursday, August 2, 2012

Character Crush: Will Herondale


Menyambung obsesi gw terhadap The Infernal Devices karya Cassandra Clare, terutama diantara hingar bingar Young Adults Crush Tourney, seperti biasa kalo udah terlalu banyak kalimat bersliweran di otak gw, lebih baik dikumpulin jadi satu blog post.

Bulan Juli gw jadi Shadowhunter of The Month di TMIndo lho... *angkat-angkat alis* Kalo ga tau apa itu Shadowhunter of The Month atau SoTM, itu adalah kuis yang digelar di twitter setiap tiga kali seminggu oleh @TMIndo, yang adalah akun twitter resmi untuk fanbase The Mortal Instruments di Indonesia. Mereka akan melempar tiga pertanyaan, dan followernya mesti cepet-cepetan jawab, bener atau salah. Jadi kalo sepanjang bulan Agustus sempet main ke website-nya TMIndo, jangan kaget ya kalo liat muka gw. Itu bukan buat ngusir tikus koq.

Waktu gw menang, gw dikirimin form feedback dan ditanyain siapa tokoh favorit gw dan alasannya. Wah, ga pake pikir panjang dong jawabnya. For I swoon at Will Herondale’s finery! Masalahnya, kalo mo dijabarin kenapa gw suka sama Will, jawabannya panjang banget. Hahaha.. Untung gw bisa menahan diri waktu ngisi form. Padahal, kalo mo ikutan puisinya Tatiana nih..

“You will never know, sweet William /
How many are the million /
ways in which I love you”

Sebenernya gak heran kalo kesan pertama seorang William Owen Herondale langsung bikin gw tertarik. Sebagai gambaran standar, dia ganteng. Ya tokoh cowok mana sih yang ga dideskripsiin sebagai ganteng? (Ga dideskripsiin ganteng pun gw tetep nyebayangin ganteng!). Pertama kali Tessa ketemu Will pun dia langsung terpesona.

He had the most beautiful face she had ever seen. Tangled black hair and eyes like blue glass. Elegant cheekbones, a full mouth, and long, thick lashes. Even the curve of his throat was perfect.
(Clockwork Angel)

(Ada apa sih antara Cassie Clare dan bulu mata dan tenggorokan? Kayanya dia seneng banget deskripsiin bulu mata sama tenggorokan). Ciri khas tokoh-tokohnya Cassie Clare, biasanya mereka punya warna mata yang kuat. Nah, silakan berimajinasi sendiri seperti apa gantengnya Will Herondale yang berambut gelap dan bermata sangat biru.

Dari awal, gaya ngomong Will yang nyeleneh dan sarkastik udah menonjol. Dan selalu bikin gw cekikikan. Mulai dari Clockwork Angel sampe Clockwork Prince (tepatnya, apalagi Clockwork Prince). Sebagai Shadowhunter, Will itu berani, taktis tapi juga nekad. Keren banget lah pokoqnya. Makanya selama baca The Infernal Devices, gw selalu menikmati membaca tentang Will. Secara Will itu vokal banget, selalu maen nyamber aja tiap ada percakapan, kalo baru awal-awal baca tentang Will, mungkin definisinya Sophie lebih kedengeran pas

Will has always been the brighter burning star, the one to catch attention.
(Sophie, Clockwork Prince)

 Terus apa yang bikin gw suka banget sama Will Herondale padahal disampingnya ada Jem Carstairs yang notabene paling tepat dideskripsiin dengan kata-kata ‘nothing but goodness’?

Semakin berjalannya cerita, semakin gw tertarik sama Will karena lama-lama gw ngerasa Will itu misterius. Bahwa semua aksi nekadnya waktu bertarung dan segala ungkapan-ungkapan sarkastiknya cuma sekedar tembok yang dibangun untuk nutupin sesuatu. Kadang-kadang dia judes, kadang-kadang dia lembut banget.


There is a wall you have built about yourself, Will, and I have never asked you why. But no one should shoulder every burden alone.
(Jem, Clockwork Prince)

Di Clockwork Prince, kita lebih banyak diceritain tentang konflik para tokohnya masing-masing. Dan di buku ini, dengan adanya kunjungan-kunjungan Will ke Magnus Bane, kita kenalan lebih jauh seperti apa aslinya seorang Will di balik dinding sarkasme yang dia bangun. Dan apa yang ada di balik tembok ini lah yang jadi alasan gw berada di barisan penggemar Will Herondale, barengan sama Tatiana!

Ternyata Will yang di luarnya keliatan cuek, kuat dan berani, dalemnya sangat peduli sama orang lain, sensitif bahkan dia takut hidup sendirian. And when he falls, he falls hard. In love, that is.


No one can live with nothing
(Will, Clockwork Prince)

Karena kutukannya, dibalik dinding yang dia bangun, Will terpaksa hidup kesepian, bahkan ninggalin keluarganya di Wales. Dan setiap hari selama lima tahun di Institut London, dia berusaha keras bikin orang-orang sekitarnya -kecuali Jem- benci sama dia. Tapi segitu kuatnya dia, sampe bisa ngejalanin kutukannya. And that’s how a Will Herondale caught my heart.

This is a fresh wound everyday.
(Will, Clockwork Prince)

Kalo mo tau seperti seorang Will yang peduli sama orang lain, bisa diliat dari perlakuan dia terhadap Jem.


James, you are all the family I have. I would die for you. You know that. I would die without you.
(Will, Clockwork Prince)

Dan saat dia jatuh cinta sama Tessa, dia rela ngelakuin apa aja. Termasuk diantaranya bikin Tessa jadi benci sama dia. Bahkan nekad minta dikirim ke demon world demi mengakhiri kutukannya. Ah.. gemana ga trenyuh? Sometimes I think it's not fair that I am not Tessa.


I had to make you hate me Tessa. So I tried. And then I wanted to die. I had thought I could bear it if you hated me, but I couldn’t
(Will, Clockwork Prince)

Kalo udah kenal jauh sama Will, sepertinya deskripsi Magnus Bane lebih cocok untuk menggambarkan Will.

Like a lovely vase that someone has smashed. Only luck and skill can put it back together the way it was before
(Magnus, Clockwork Prince)

Satu tambahan lagi yang jadi poin plus Will di mata gw yaitu, Will hobi baca dan pinter mengutip puisi. Kondisi apa aja, ada aja literatur atau puisi yang dia kutip, yang sesuai sama situasi saat itu. Ya walopun dia pake rune memori sih. Jadi ga usah ngimpi bisa ngutip literatur sefasih dia ya.


"Will, you pay so little attention at lessons, can you tell  a binding spell from a soufflĂ© recipe?" 

Will leaned back in his chair and said dreamily, "I am but mad north-north-west; when the wind is southerly I know a hawk from a handsaw."

(Clockwork Prince)

Dan siapa sih yang ga tau pernyataan cinta Will yang maha-pasaran, yang udah dipajang di semua fan art The Infernal Devices?


“You and I, Tess, we’re alike. We live and breathe words. It was books that kept me from taking my own life after I thought I could never love anyone, never be loved by anyone again. It was books that made me feel that perhaps I was not completely alone. They could be honest with me and I with them.

... I dreamed what you dreamed, wanted what you wanted — and then I realized that truly I just wanted you. The girl behind the scrawled letters. I loved you from the moment I read them. I love you still.”

(Will, Clockwork Prince)

Apa yang gw tangkep dari kutipan diatas? 1.) Will pinter merangkai kata-kata 2.) Segitu cintanya sama buku, bahkan saat menyatakan perasaannya, Will mengacu pada kecintaannya pada buku 3.) Dibalik semua ungkapan-ungkapan sarkastiknya, Will sebenernya sensitif sampai cuma baca surat-suratnya Tessa aja bisa memprovokasi perasaan dia. *dramatic sigh*

So that's a William Herondale. Someone tough and snarky on the outside, yet vulnerable on the inside. Cassandra Clare has created one heck of a character there!


Picture is taken from TMISoure

No comments:

Post a Comment