Saturday, October 20, 2012

The Lost Hero


The Lost Hero adalah buku pertama dari seri The Heroes of Olympus karangan Rick Riordan. Dimana seri The Heroes of Olympus ini adalah sekuel dari seri Percy Jackson and the Olympians. Sama seperti seri sebelumnya, seri The Heroes of Olympus juga terdiri dari lima buku. The Lost Hero terbit tahun 2010. Terus kenapa baru gw bahas sekarang? Karena gw lagi baca ulang buku ini, dan buku keduanya, The Son of Neptune, dalam rangka terbitnya buku ketiga, The Mark of Athena.

Secara ceritanya Rick Riordan selalu kompleks, lengkap dengan konflik masa lalu dan masa kini para demigod, cerita tentang musuh-musuh mereka dan perintilan lainnya, jadi agak susah membuat rangkuman singkat ceritanya. But in a nutshell:
Cerita diawali dengan Jason Grace yang terbangun dalam bis sekolah khusus anak-anak bermasalah tanpa ingatan sama sekali. Dimana dia bertemu dengan Piper McLean, gadis yang masuk Wilderness School karena 'mencuri' BMW, dan ternyata adalah pacar Jason. Dan Leo Valdez, yang berkali-kali melarikan diri dari keluarga yang menampungnya sejak kematian ibuya, dan ternyata adalah sahabat Jason. Singkat cerita, ketiganya akhirnya tiba di Camp Half-Blood, dimana para anggotanya pun sedang mengalami masalah karena pemimpin mereka, Percy Jackson, mendadak hilang tanpa kabar berita.
Keberadaan Jason, Piper dan Leo di Camp Half-Blood tidak bertahan lama karena adanya penampakan dewi Hera yang mengutus mereka menjalankan misi untuk membebaskannya. Maka dimulailah petualangan Jason, Piper dan Leo. 
Berbeda dengan serial Percy Jackson and The Olympians yang diceritakan dari sudut pandang Percy sebagai orang pertama, seri The Heroes of Olympus diceritakan dari sudut pandang orang ketiga dengan tiga tokoh utama bergantian jadi inti cerita setiap dua bab (Empat tokoh utama untuk The Mark of Athena). Dengan cara penulisan seperti ini, setiap tokoh utama dapet porsi sama banyak dalam cerita dan kita jadi punya banyak kesempatan untuk kenal mendalam sama masing-masing tokoh. Konsekuensinya yah, ga ada tokoh utama yang lebih menonjol dari yang lain. Mungkin ada kecenderungan untuk mengutamakan tokoh Jason, secara dia yang berperan sebagai pemimpin, tapi Piper dan Leo pun punya cerita masing-masing, jadi tokoh Jason tidak sepenuhnya menyita perhatian. (Terutama kalau dibandingkan dengan seri Percy Jackson and the Olympians dimana Percy jadi pusat utama cerita).

Rasanya ga mungkin membicarakan tokoh-tokoh dalam sekuel Percy Jackson tanpa membandingkan dengan Percy Jackson sendiri. Yang paling mungkin dibandingin dengan Percy, ya tentunya Jason. Poor Jason Grace, he came after Percy Jackson. Kayaknya agak sulit ya berusaha mengalahkan pesona seorang Percy Jackson, apalagi yang baca The Lost Hero pastinya penggemar berat Percy Jackson (macem gw!) Mungkin karena pembawaan Romawi-nya, Jason terkesan lebih serius. Terlepas dari ingatannya yang hilang, Jason tetap bisa diandalkan saat bertarung. Dan secara natural, bahkan tanpa resmi ditunjuk, berperan jadi pemimpin. Dibandingkan karakternya, buat gw, daya tarik utama dari cerita Jason justru latar belakangnya. Ingatan Jason yang hilang dan hanya tersisa sedikit jadi salah satu faktor yang bikin gw penasaran dan ga rela berenti baca.

And then, enter Leo Valdez. The boy who hides his inner pain with rapier wit (Lah? Koq jadi Jace Wayland?!). Leo adalah tokoh favorit gw di The Lost Hero! He's the joker in the group. Just for fun, ini deskripsi tentang Leo di buku: Leo looks like a Latino Santa's elf, with curly black hair, pointy ears, a cheerful babyish face, and a mischiveous smile that told you right away this guy should not be trusted around matches or sharp objects. Dan sejujurnya, menurut gw, tanpa Leo misi di buku ini ga bisa jalan. Selain itu, latar belakang cerita Leo, tentang ibunya yang meninggal secara misterius, babysitter-nya waktu kecil yang berusaha ngebunuh dia, dan gambar coret-coret yang dia buat waktu kecil, semua bikin tokoh Leo jadi menarik dan ceritanya bikin penasaran.

Sementara Piper McLean ga terlalu mengesankan buat gw. Baik latar belakangnya maupun motifnya ikutan misi bersama Jason dan Leo. Para demigod biasanya punya latar belakang cerita yang menarik, yang mengantar mereka ke perkemahan. Dan dibanding cerita para demigod lain, menurut gw masalahnya Piper ini termasuk ringan sih.

Seri The Heroes of Olympus ini menggabungkan mitologi Yunani dan Romawi. Yang selalu jadi daya tarik dari buku-buku Rick Riordan adalah gemana Riordan mengadaptasi kisah mitologi ke dalam cerita di jaman modern. Lucu aja tiap ada tokoh asing muncul, kita bisa nebak-nebak siapa kira-kira tokoh ini dalam cerita mitologi, berdasarkan settingnya, cara bicara atau berpakaiannya. Sayangnya, gw ga terlalu familiar dengan mitologi Romawi. Tapi ga bikin buku ini jadi tidak menarik untuk diikutin. Selain itu, yang selalu gw suka dari tulisan Rick Riordan adalah humornya. Sampe sekarang pun, kalau lihat foto om Rick yang rambutnya putih semua, gw masih kagum kok bisa beliau menulis lelucon-lelucon yang nyambung sama pembaca remaja (No offense, om). Dan tentunya, kalau ngomongin cerita petualangan yang seru, kemampuan Rick Riordan udah ga perlu diragukan lagi.

Tulisan ini juga sebenernya bukan review, cuma gw mo membujuk siapapun yang baca tulisan ini untuk membaca The Lost Hero dan buku-buku Rick Riordan lainnya. Karena kalo ga baca, beneran rugi deh!

4 comments:

  1. Hmm...gw sih udah kelar baca Percy Jackson. Tapi yang Lost hero emang sama sekali belum mulai sih. Beneran sebagus itu? *melirik penasaran ke Lost Hero yg dianggurin sekian lama*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serunya sama kaya PJO koq. Kalo suka PJO, pasti suka HoO. Gw penggemar berat Rick Riordan sih. Semua buku-buku mitologinya jadi bacaan wajib buat gw plus gw rekomenin ke temen-temen gw. hehehe...

      Ayo dibaca Lost Hero-nya! :D

      Delete
  2. Bener, The Lost Hero bagus bahkan terkesan adil dalam pembagian sudut pandangnya. Tapi jangan salah, aku jadi suka Jason Grace :D

    ReplyDelete
  3. Bagus kok, terkesan lebih adil dalam pembagian sudut pandangnya. Bagiku lebih bagus dari Percy Jackson. Jangan salah :D aku jadi suka sekali dgn Jason Grace.

    ReplyDelete