Wednesday, November 7, 2012

My Life Next Door

 
My Life Next Door adalah buku pertama karangan Huntley Fitzpatrick. Sebelumnya, sekali lagi gw ingatkan bahwa pemilik blog ini adalah penggemar berat genre romantis dan gampaaang sekali jatuh cinta sama tokoh fiksi. Jadi kalau penilaiannya rada-rada bias, harap maklum.
Sejak keluarga Garret pindah ke sebelah rumah Sam Reeds saat dia masih berusia tujuh tahun, ibunya sudah mewanti-wanti Sam dan kakaknya, Tracy, untuk tidak berurusan dengan keluarga dengan delapan anak dan rumah yang berantakan itu. Selama ini Sam hanya mengamati keluarga Garret dari jauh, sambil duduk di atap rumahnya.
Semuanya berubah ketika suatu musim panas, sepuluh tahun kemudian, Jase Garret menghampiri Sam di atap rumahnya. Maka dimulai lah hari-hari Sam sebagai bagian dari keluarga Garret, sambil berusaha menyembunyikan hubungannya dengan Jase dari keluarganya, terutama ibunya.

Perkenalkan: Jase Garret. Cowok paling sempurna yang pernah gw temui di buku. Rasanya ga mungkin ngomongin buku ini tanpa ngomongin Jase, secara he is literally flawless. Sebagai anak ketiga dari delapan bersaudara, Jase perhatian sama sodara-sodaranya, pinter ngurus adik-adiknya yang masih kecil (termasuk di dalamnya, bisa ganti popok), dekat dengan ayahnya seperti teman dan protektif terhadap ibunya. Itu baru urusan keluarga. Dalam urusan pacaran, Jase perhatian sama Sam, protektif, pengertian dan ga pernah nyakitin Sam. Sama sekali. Dari awal sampe akhir cerita.

Setelah semua sifat Jase didaftarin, sepertinya sekarang adalah saat yang tepat untuk reality check. Tokoh Jase ini sempurna. Terlalu sempurna untuk jadi kenyataan, sehingga terkesan fictional banget. Tapi apa gw peduli? Sepertinya gw terlalu sibuk terkagum-kagum sama Jase untuk peduli. In my defense, tokoh Jase terasa nyata karena… well, dia gampang ditemuin secara dia tinggal di sebelah rumah! Okay, lame excuse. Alasan lain, karena Jase itu low profile dan ga ngerasa kalo dia sempurna (kebalikan dari tokoh fiksi bernama mirip dengan quote-nya yang terkenal: “I think I'm better than anyone else. An opinion that has been backed up with ample evidence”) Does anyone know where I can find me a Jase Garrett, pretty please?

Selanjutnya, kita punya Samantha Reeds. The Sailor Supergirl! A cool, calm and collected girl. Jago berenang, mengisi liburan musim panasnya menjadi lifeguard, tau banyak tentang astronomi dari hasil belajar sendiri dan dengan cepat menyesuaikan diri dengan adik-adik Jase yang masih kecil, bahkan membantu adiknya yang masih remaja saat bersiap-siap kencan pertama. Gemana Jase gak naksir?

Pasangkan Jase dan Sam yang sama-sama dewasa untuk ukuran umur mereka dan, voil√†, jadilah kisah romantis musim panas yang manis, menyenangkan dan bebas drama. Hubungan mereka terasa beda karena ga banyak konflik, ga pake tarik ulur atau pun berantem-beranteman. Masalah yang terjadi pun bukan antara Jase dengan Sam. Tapi antara mereka dengan orang di luar hubungan mereka. They made relationship looks so easy. I’m jealous! Kencan mereka di pantai, di mercusuar, di tepi sungai dan di atas atap rumah bikin suasana musim panas dalam buku ini berasa banget.

Awal-awal cerita lebih banyak bercerita tentang perkenalan Jase dan Sam dan awal hubungan mereka. Bukan cuma fokus dengan hubungan Sam dan Jase aja, tapi untuk lebih kenal dengan background karakter mereka, kita pun kenalan dengan keluaga Reeds dan Garrett dan masalahnya masing-masing. Saat hubungan Jase dan Sam udah settle, dan masih banyak halaman tersisa, gw mikir, walopun gw suka sama Sam dan Jase tapi kalo ceritanya gini-gini aja sampe akhir, ya bakalan bosen juga. Seakan bisa membaca pikiran gw, Fitzpatrick menambahkan konflik antara Jase, Sam dan keluarga mereka. Disini keliatan gemana Sam dan Jase sama-sama menghadapi masalah. Cerita pun kembali seru sampai ke halaman terakhir!

Dengan banyaknya tokoh dalam buku ini, sayangnya ada beberapa tokoh yang ga bisa banyak disorot. Mungkin karena mau memfokuskan konflik hanya antara Jase, Sam dan ibunya, terpaksa Tracy ‘diusir’ dari cerita. Padahal menurut gw insight-nya Tracy, yang adalah pemberontak dalam keluarga Reeds, bisa jadi menarik. Begitu juga Joel, kakak Jase yang paling tua, hanya muncul di saat-saat ga terlalu penting dan terlupakan begitu saja. Sebenernya ga penting juga ngebahas Joel lebih banyak. Tapi dengan absennya Joel dari cerita, jadi terkesan Jase-lah yang jadi anak pertama di keluarga Garrett dan bertanggung jawab terhadap keluarganya, apalagi dengan pembawaan Jase yang dewasa.

Selain itu ada beberapa konflik yang terlewat untuk diselesaikan. Misalnya konflik antara Sam dan sahabatnya, Nan. Rencana masa depan Jase. Kelanjutan cerita Mr. Garrett. Gw bahkan berharap ada cerita tentang pasangan yang sepertinya tidak pernah dengar tentang program KB ini. Sayangnya, itu semua terlewat. Sejujurnya sih, call this another lame excuse, tapi gw segitu fokusnya sama cerita Jase dan Sam, gw ga nyadar ada konflik-konflik yang ga terselesaikan sampai gw menutup halaman terakhir.

Pada akhirnya, buku ini masuk dalam daftar favorit gw, berjejer manis bersama Anna and the French Kiss. Gw suka mood yang dihasilkan saat membaca buku ini. I can easily point out the book's flaws but I can just write those off as minors and doesn't change the fact that I like this book very much. Kalo suka genre YA contemporary romance, I think My Life Next Door deserves a spot in your bookshelf!


6 comments:

  1. hahaha, ak juga suka banget cerita romantis, covernya keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha jelas banget secara nama blog-nya aja kubikel romance :)
      iya, covernya summer banget. suka banget sama buku ini.

      Delete
  2. As always...love your review. Ini buku juga ada dalam daftar to read gw. Review2nya sih kayaknya bagus. Dan so far belum ada yg bilang si jace kayak Liam James *tetep lhooo...keki sama Liam*

    Btw muahahaha....gw ngakak sama quote-nya Jace-yang-songong itu. Masih inget aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahah.. gw sempet mengalami masa-masa kecanduan quote dari buku-buku Cassandra Clare, makanya apal deh tuh.

      on the other hand, iyaahh ini buku mesti baca deh. ga rugi! :D

      Delete
  3. iih aku masiiih aja tetep ngotot ikutan giveaway macem-macem di segala blog salah satunya dengan harapan bisa dapet ini buku tapi nggak menang2. Mwahahaha..
    Ceritanya kayaknya bagus ya. Aku juga suka buku yang ceritanya tentang kisah cinta anak muda *Aposee???* Tapi kalo urusan buku import yaa gitu deh.. nunggu gratisan sebisa mungkin, secara yang dipengenin banyak banget. Baca ebook juga ga punya perangkat yang pas.

    Salam kenal ya mbak. Aku Nana dari blog http://readinginthemorning.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Nana. Salam kenal juga. Makasih yah udah mampir.

      Kalo aku sih, dari yang namanya giveaway sampe doorprize ga pernah hoki. hahaha. Moga2 aja buku ini diterjemahin juga :)

      Delete