Pride & Prejudice 1995
Pride & Prejudice 2005
Setelah selesai baca buku Pride & Prejudice, tentunya yang gw lakukan
selanjutnya adalah membandingkan dengan filmnya. Gw harus nahan diri supaya ga
tergoda nonton filmnya dulu, sebelum nyelesein filmnya. Mengingat betapa
lamanya gw selesein novelnya.
Pride & Prejudice sudah beberapa kali diadaptasi menjadi film. Tapi
yang paling diinget adalah versi mini seri sebanyak 6 episode yang ditayangkan
tahun 1995 dengan Jennifer Ehle berperan jadi Elizabeth Bennet dan Colin Firth berperan
jadi Mr Darcy. Versi selanjutnya adalah film tahun 2005 dengan Keira Knightley
sebagai Elizabeth Bennet dan Matthew MacFadyen sebagai Mr Darcy. Kali ini gw mo
ngebandingin kedua adaptasi tersebut.
Ada banyak banget sudut pandang yang bisa diangkat saat membahas Pride
& Prejudice. Jalan ceritanya, settingnya, tokoh utama dan tokoh - tokoh penunjangnya
menarik untuk dibahas. Gw ngerti banget kalau mengharapkan sebuah film yang
cuma berdurasi sekitar 2 jam bisa sedetil film seri yang ditayangkan sebanyak 6
episode itu ga masuk akal. Buat gw, film adaptasi yang bagus adalah yang bisa
diikuti bahkan oleh mereka yang ga baca bukunya. Gapapa lah ada adegan yang
terpaksa dipotong atau tokoh yang dihilangkan, asalkan inti ceritanya tetep
dapet. Tapi lain ceritanya sama penokohan. Buat gw, bagaimanapun
dimodifikasinya jalan cerita, karakter setiap tokoh harusnya bisa tetap
dipertahankan. Walaupun ga menutup kemungkinan kalau setiap aktor punya
persepsi sendiri – sendiri tentang karakter tokoh yang diperankannya.
Mengingat Pride & Prejudice sendiri banyak banget subplotnya, ga heran kalau
di filmnya banyak cerita yang terpaksa dipotong atau justru dimampatkan jadi
satu dan ada beberapa tokoh minor yang kalau ga diikutsertakan dalam film ga akan mengganggu jalan cerita. Misalnya Mr
& Mrs Hurst yang adalah saudara Mr Bingley. Atau Denny, prajurit yang
ngenalin Mr Wickham ke keluarga Bennet. Bahkan Miss Caroline Bingley dan Miss Georgiana
Darcy ga banyak tampil di film. Begitu juga tokoh–tokoh lain yang kalau
muncul justru bikin filmnya making panjang ga keruan karena harus ngenalin
latar belakang mereka masing-masing.
Disini gw mau ngebandingin tokoh–tokoh yang khas dalam cerita. Dan pastinya
dua tokoh utama gw tempatin di urutan terakhir. Save the best for last,
begitulah.
Mr & Mrs Bennet
Film: Donald Sutherland & Brenda Blethyn
TV: Benjamin Whitrow & Alison Steadman
Gw bener-bener angkat topi buat Alison Steadman dalam berperan jadi Mrs
Bennet di TV. Bahkan denger suaranya aja gw jadi kebawa emosi dan ikutan kesel. Mrs Bennet versi film juga nyebelin, tapi nyebelinnya masih tipe ibu-ibu yang kepo sama urusan keluarganya. Sedangkan Mrs Bennet versi TV dapet banget karakter Mrs Bennet yang kepo, berpikiran dangkal, suka maksain
maunya sendiri, selalu nyalah-nyalahin orang dan selalu ngerengek-rengek ga
jelas.
Kalau Mr Bennet, dari versi film dan TV kesan yang ditangkep agak beda. Kalau Mr Bennet versi film terkesan sebagai ayah penyayang dan omongannya terkesan becanda-becanda sama istrinya. Sedangkan versi TV, sesuai bukunya, Mr Bennet lebih banyak mengabaikan istrinya yang banyak maunya, menganggap konyol tiga anak dan paling sayang sama Elizabeth (dan Jane?) Dua-duanya sih impresif dengan sifat yang berbeda, walopun sayang dialog antara Mr dan Mrs Bennet di film ga terlalu banyak. Karena komentar-komentar sarkastik Mr Bennet ini yang suka bikin gw ketawa.
Jane Bennet
Film: Rosamund Pike
TV: Susannah Harker
Sayang banget karena cerita film-nya jauh lebih banyak fokus ke Elizabeth,
akhirnya cerita Jane ga terlalu detail dibahas dan tokoh Jane di film pun ga
banyak disorot. Padahal Jane adalah salah satu tokoh favorit gw dan
ceritanya pun menarik.
Jane versi TV lebih mendekati karakter Jane di buku. Lebih tenang, anggun,
ga pernah berprasangka jelek sama orang dan angelic,
seperti yang berkali-kali digambarin oleh Lizzy. Sedangkan Jane versi film sama
manisnya, tapi karakternya lebih lepas dan lebih terkesan ceria dibanding Jane
versi TV yang lebih banyak senyum aja dan sering keliatan serius. Gw suka gemana dua aktris ini menggambarkan versi Jane mereka
masing-masing dan kalau Jane versi film dapat lebih banyak porsi di layar, gw
lebih suka Jane versi Rosamund Pike.
Mr Bingley
Film: Simon Woods
TV: Crispin Bonham-Carter
Langsung aja, gw ga suka versi filmnya. Menurut gw, Mr Bingley adalah orang
yang ramah, supel, percaya diri dan pintar. Dan
yang jelas dia ga kikuk. Gambaran Mr Bingley versi TV lebih pas daripada Mr
Bingley versi film yang, walopun ramah dan terkesan menyenangkan, menurut gw keliatan bingung dan salah
tingkah. Ngomong sama Jane pun sampe salah-salah. Ga suka lah.. Dan kenapa juga
sih rambutnya mesti berjambul aneh gitu?
Mr Wickham
Film: Rupert Friend
TV: Adrian Lukis
Nah, ini yang gw heran koq ga banyak dibahas secara Mr Wickham ini lah biang
kerok yang secara ga langsung ngerecokin hubungan Elizabeth dan Mr Darcy. Di
buku, Mr Wickham digambarkan sebagai orang yang supel, ramah dan pinter
bersosialisasi. Luwes dalam memulai pertemanan, tapi kemampuan mempertahankan pertemanannya
meragukan, itu kalau kata Mr Darcy. Elizabeth, yang ga tau belangnya Mr
Wickham, suka sama Mr Wickham karena pembawaan Mr Wickham yang ramah dan
supel ini, juga gemana dia bisa dengan tenangnya cerita tentang Mr Darcy yang,
menurut cerita versi Mr Wickham, jahat dan menyebabkan dia jatuh miskin.
Secara Mr Wickham versi film nongolnya sebentar banget dan lebih banyak
digambarin lewat narasi, sifat supelnya ini ga banyak keliatan. Dan dari
sedikitnya dia muncul, kesan yang gw tangkep malah agak-agak tebar pesona. Tapi
yah ngebandingin Mr Wickham versi film yang munculnya sebentar banget sama Mr
Wickham versi TV yang muncul di 5 episode, dari total 6 episode, kayanya ga fair. Walopun kalo main fisik, gw ga suka
Mr Wickham versi film yang penampilanya terlalu manis dan ngingetin gw sama Legolas.
Mr Collins
Film: Tom Hollander
TV: David Bamber
Lagi-lagi versi TV menang JAUH dari versi film. Dari awal muncul, ngeliat Mr
Collins versi TV seakan-akan Mr Collins di buku lompat dan langsung masuk ke dalam
TV. Begitulah bayangan Mr Collins saat gw baca bukunya. Sok tau, konyol, cengengesan gengges dan selalu ngerasa penting. Belom lagi ekspresinya yang salah tingkah. Aduh.. beneran
bikin ketawa geli. Aktornya pun chubby dan innocent yang bikin gambaran
karakter Mr Collins tambah pas! Mantep lah pokokqnya... Mr Collins versi film
biasa banget dan ga berkesan.
Lady Catherine de Bourg
Film: Judy Dench
TV: Barbara Leigh-Hunt
Akhirnya ada juga karakter yang seri antara versi film dam TV. Walopun
sejujurnya kesan pertama liat Lady Catherine de Bourg versi TV agak kurang
meyakinkan. Ga segagah yang digambarkan buku. Atau bisa dibilang, yang digambarkan
oleh Mr Collins dengan penuh dengan bumbu – bumbu lebayatun. Karakter Lady Catherine
de Bourg pada dasarnya memang kepo dan tipe ngatur-ngatur. Awalnya, Lady
Catherine de Bourg versi film terlihat lebih berkuasa sedangkan versi TV-nya cuma
terkesan kepo. Mau gemana pun, menurut gw tetep begitulah karakternya. Tapi di
adegan dia mengkonfrontasi Elizabeth, baru keliatan ketegasan karakter Lady Catherine. Baik yang TV maupun film menurut gw pas ngebawain
karakter tokoh Lady Catherine.
Dan.. akhirnya sampe juga ke pemeran utamanya.
Elizabeth Bennet
Film: Keira Knightley
TV: Jennifer Ehle
Sama seperti Jane Bennet, karakter Elizabeth versi TV dan film dibawain
dengan agak berbeda. Tapi buat gw, dua-duanya tetep ga melenceng jauh dari gambaran
karakter Elizabeth di buku. Pintar, punya pendirian, berani, perhatian dan
lebih santai apalagi kalau dibandingin dengan pembawaan Jane yang lemah
gemulai. Tapi bahkan sebelum gw nonton filmnya, waktu gw baca bukunya gw
ngebayangin Elizabeth ya seperti gambaran yang di film gitu lah. Lebih lepas
dan bisa ketawa-ketawa cekikikan. Cara ngomongnya pun lebih santai dan ga
se’tertata’ Elizabeth versi TV. Jadi yah, Elizabeth versi film maupun TV
sama-sama pas, cuma gw lebih suka versi film.
Mr. Darcy
Film: Matthew MacFadyen
TV: Colin Firth
"Pertama-tama, gw harus mengakui mungkin pendapat gw tentang yang mana Mr Darcy favorit gw agak-agak bias, karena salah satu alasan yang mendorong gw untuk baca Pride and Prejudice adalah saat gw tau film Bridget Jones’ Diary ternyata terinspirasi dari Pride & Prejudice. Dan di film itu gw jatuh cinta setengah mati sama karakter yang diperankan oleh Colin Firth, yaitu Mark Darcy (yang diciptakan oleh Helen Fielding dengan terinspirasi oleh Mr Darcy di Pride and Prejudice). Yang kemudian berujung dengan gw jadi ngefans membabi buta sama Colin Firth yang adalah pemeran Mr Darcy versi TV. Jadi yah, begitu lah... One small world. "
Eniweeeiii...
Berdasarkan bukunya, kesan pertama tentang Mr Darcy adalah angkuh, ga ada
basa-basi, sangat yakin pada dirinya sendiri sehingga terkesan arogan dan
tertutup. Yang tentunya bukan kesan utama yang impresif, sampai dia belom buka
mulut aja orang udah ga suka sama dia. Bahkan satu desa pun (Hertfordshire?) ga
suka sama dia, apalagi kalo dijejerin sebelahan sama Mr Bingley. Tentunya itu sebelum
sifat aslinya yang baik, dermawan dan lalala yang indah-indah ketauan. Dan menurut
gw, disitulah kuncinya karakter Mr Darcy. Dia dibenci kemudian disayang.
Kalau liat karakter Mr Darcy di TV saat pertama kali muncul, emang
bener-bener aura sepa’-nya keliatan banget. Keliatan banget dari ekspresi mukanya yang cemberut kalau dia angkuh dan ga
suka berada di situasi yang banyak dikelilingi orang asing dan ga mau susah-susah berusaha membaur. Dia memperhatikan Jane dan
keluarganya pun karena Mr Bingley keliatan tertarik sama Jane. Dan kesan angkuh
ini dipertahanin terus sampai akhirnya sifat-sifat baiknya mulai disebut-sebut.
Tapi kesan pertamanya dapet banget. Saat pertama kali diperkenalkan sama
keluarga Bennet pun, tiba-tiba dia pergi saat masih diajak ngomong oleh Mrs
Bennet. Nah, itu dia belagunya dan ga heran kalo orang jadi benci. Mrs Bennet
menggambarkan Mr Darcy saat itu sebagai “proud
disagreeable man”
Sedangkan, kesan pertama yang gw dapet dari Mr Darcy versi film adalah tertutup,
banyak pikiran bahkan terkesan sedih, agak sombong tapi ga menyebalkan. Pertama
kali ngeliat Mr Darcy, Elizabeth menggambarkan dia sebagai “miserable”, yang dari sudut pandang gw bukannya bikin jadi benci malah kesian. Masalahnya dengan Mr Darcy di film adalah, dia tidak cukup angkuh untuk dibenci
yang kalau kemudian dia jadi disukain ya ga heran. Intinya sih, menurut gw,
karakter yang diperankan MacFayden ini loveable.. tapi siapapun itu, dia bukan Mr Darcy.
--o0o--
Phew! Banyak juga.. Dan begitulah pendapat gw tentang tokoh-tokoh Pride & Prejudice di film dan TV. Walaupun lebih banyak karakter di TV yang gw suka, dibandingkan dengan di film, tetep aja gw ga bisa (ga tega, tepatnya) bilang kalo versi TV-nya lebih bagus. Buat gw ga bisa dibandinginlah. Apalagi banyak tokoh yang ga sempet nunjukin karakternya karena ga dapet banyak porsi di film. Jadi yah gw menikmati dua-duanya.
Seperti yang gw bilang, banyak yang bisa dibahas dari Pride & Prejudice. Dan selanjutnya gw mo nulis perbandingan berdasarkan adegan-adegannya. Hope you enjoy!


No comments:
Post a Comment